Jarak antar lubang pada pelat rantai plastik mengacu pada jarak antara pusat dua lubang yang berdekatan pada pelat tersebut. Parameter ini secara langsung memengaruhi dimensi pelat, kapasitas menahan beban, dan kekompakan struktural. Pemilihan jarak antar lubang pada pelat rantai plastik biasanya ditentukan berdasarkan persyaratan aplikasi tertentu. Jarak antar lubang yang umum meliputi 15,2 mm, 15,24 mm, 25,4 mm, 27,2 mm, 31,75 mm, 38,1 mm, 50,8 mm, dan 63,5 mm, dengan 38,1 mm dan 50,8 mm sebagai yang paling umum. Pemilihan jarak antar lubang juga harus mempertimbangkan rasio transmisi rantai, kapasitas beban, kecepatan operasi, dan ruang pemasangan yang tersedia. Menentukan jarak antar lubang merupakan langkah penting dalam mendesain sistem penggerak rantai, karena secara langsung memengaruhi kekuatan rantai, ketahanan aus, dan masa pakainya. Pemilihan jarak antar lubang untuk pelat rantai plastik harus mempertimbangkan secara komprehensif lingkungan aplikasi, kondisi beban, dan perkiraan masa pakai untuk memastikan pengoperasian sistem yang efisien dan andal.
![Bagaimana cara memilih jarak antar gigi (pitch) untuk sabuk konveyor modular plastik? 1]()
Pertimbangan Saat Memilih Pelat Rantai Plastik
I. Dampak Pemilihan Material terhadap Kapasitas Beban
Material modul pelat rantai plastik merupakan faktor kunci yang menentukan kapasitas daya dukung sabuk konveyor. Tidak seperti pelat rantai logam tradisional, pelat rantai plastik menawarkan keunggulan seperti konstruksi ringan, ketahanan terhadap korosi, dan kemudahan perawatan. Namun, pelat ini juga menghadirkan tantangan karena kekuatannya yang lebih rendah. Oleh karena itu, ketika memilih material pelat rantai plastik, penting untuk mengevaluasi secara komprehensif faktor-faktor termasuk kekuatan, ketahanan aus, dan toleransi suhu. Hal ini memastikan peralatan memenuhi persyaratan beban sekaligus memperpanjang masa pakainya. Secara umum, POM (Asetal) menawarkan kekuatan tertinggi, diikuti oleh PP (Polipropilen), dan kemudian PE (Polietilen).
II. Dampak Lingkungan Operasi terhadap Kapasitas Beban
Kapasitas beban sabuk konveyor modular pelat rantai plastik juga dipengaruhi oleh lingkungan operasi. Misalnya, dalam kondisi lembap atau sangat korosif, ketahanan korosi pelat rantai plastik diuji. Pemilihan material yang tidak tepat dapat menyebabkan penuaan dini dan kerusakan pelat rantai, sehingga mengurangi kapasitas beban. Selain itu, faktor-faktor seperti suhu lingkungan dan getaran dalam lingkungan operasi dapat memengaruhi stabilitas operasional dan kapasitas beban sabuk konveyor modular pelat rantai plastik .
Ringkasan
Pemilihan Material Tahan Korosi: PE > PP > POM
Aplikasi Beban Ringan Berkecepatan Tinggi (misalnya, pengangkutan makanan/minuman): Ukuran jarak ulir yang direkomendasikan adalah 15,2 mm, 12,7 mm, 19,05 mm, atau 25,4 mm untuk mengurangi getaran dan kebisingan sekaligus meningkatkan kelancaran operasional.
Aplikasi Beban Tinggi dan Tugas Berat: Pilih jarak antar mata rantai ≥50,8 mm dan pasangkan dengan pelat rantai berkekakuan tinggi untuk mencegah deformasi.
Ketahanan suhu jangka panjang: 100–150°C. Cocok untuk aplikasi suhu menengah hingga tinggi. Jarak antar pin dapat diperpanjang hingga 50,8 mm (misalnya, seri OPB ). Material PA merupakan pilihan.
Untuk aplikasi tahan korosi, pilih pelat rantai baja tahan karat 316L. (Misalnya, pelat rantai datar seri 802 812 881 )
Saran untuk Sproket
Pencocokan Sproket: Jarak antar gigi harus sesuai dengan jumlah gigi sproket untuk mencegah selip atau keausan berlebihan.
Pengaturan Jarak Pusat: Disarankan 30–50 kali jarak antar gigi. Jarak yang terlalu kecil dapat menyebabkan rantai macet; jarak yang terlalu besar meningkatkan getaran.
Persyaratan Khusus: Jarak antar gigi yang tidak standar (misalnya, 50,8 mm) memerlukan struktur selongsong yang diperkuat dan jarak yang cukup antara gigi sproket.
Silakan hubungi kami langsung untuk informasi lebih lanjut mengenai kebutuhan spesifik Anda.
URL: http://www.yhbelt.com
WhatsApp & WeChat:+ 0086134 1810 3085
Email:sales@yhbelt.com