Artikel ini menyajikan perbandingan komprehensif antara sabuk penggerak MXL (gigi trapesium) dan S2M (gigi lengkung), dengan fokus pada geometri profil gigi, karakteristik persambungan, presisi transmisi, kapasitas beban, dan masa pakai. Profil gigi trapesium, yang pertama kali diperkenalkan oleh Uniroyal pada tahun 1964, mengalami konsentrasi tegangan yang signifikan pada akar gigi, yang menyebabkan peningkatan kebisingan, getaran, dan penurunan kapasitas daya dukung beban pada kecepatan tinggi. Sebaliknya, profil gigi lengkung (HTD, kemudian STPD) dikembangkan untuk mengurangi efek poligon dan meningkatkan distribusi tegangan. Sabuk MXL dan S2M memiliki jarak antar gigi yang serupa (2,032 mm vs. 2,000 mm) dan digunakan dalam aplikasi skala kecil dan daya rendah seperti peralatan pengawasan keamanan, printer, dan perangkat keuangan. Melalui analisis teoretis dan pengujian empiris menggunakan akurasi posisi preset kamera PTZ, sabuk penggerak S2M secara konsisten menunjukkan presisi transmisi yang lebih unggul, masa pakai yang lebih lama, dan kekuatan struktural yang lebih baik dibandingkan dengan sabuk MXL, bahkan pada tegangan yang lebih rendah. Selain itu, sabuk S2M memungkinkan lebar yang lebih sempit (misalnya, 4 mm menggantikan 6,4 mm), yang berpotensi mengurangi volume dan biaya sistem. Artikel ini diakhiri dengan menganjurkan promosi sabuk penggerak waktu bergigi lengkung—terutama dalam aplikasi skala kecil—untuk mempercepat peningkatan industri dan pengembangan standar di Tiongkok.